Analisis PT Sucofindo menunjukkan bahwa, beras
plastik mengandung senyawa yang berbahaya jika masuk dalam tubuh, yaitu
Polyvinyl Chloride (PVC), Benzyl Butyl Phthalate (BBT), Bis
2-Ethylhexyl Phthalate (DEHP), dan Diisononyl Phthalate (DNIP).
PVC merupakan salah satu bahan utama plastik. Bahan utama plastik lainnya adalah polystyrene atau styrofoam. Sementara BBT, DEHP, dan DNIP merupakan plastiser yang diperlukan untuk melembutkan bahan utama plastik yang umumnya keras dan kaku.
Kepala Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono mengungkapkan bahwa sejatinya
bahan-bahan yang terdapat dalam beras plastik itu terdapat pada perkakas
sehari-hari dan di lingkungan.maka dari itu kita harus cermat dalam memilih apa yang kita beli
Cara membedakan beras putih asli dengan beras putih plastik yang beredar:
- Beras yang asli bila dimasak akan mengeluarkan bau dan sebaliknya yang tidak asli tidak mengeluarkan bau dan berbau sangit karna mengandung bahan sintetis.
- Bila dimasak beras yang asli akan mudah lunak walaupun teksturnya agak sedikit keras kakudan yang palsu bila dimasak akan hancur dan terlihat seperti sintetis.
- Dari warnya jika yang asli akan terlihat putih bening walaupun agak sedikit kasar dan yang terbuat dari plastik akan terlihat putih bersih dan licin seakan tampak seperti plastik.
- Bila dipatahkan beras yang asli akan terbelah dua apabila yang terbuat dari plasti akan hancur berkeping-keping.